Kamis, 21 Januari 2021

Orang Desa

 


Masih tidak habis pikir sama orang yang mau tinggal di pedesaan. berpikir untuk singgah pun saya enggan. membayangkan udara bersih, suasana sunyi, elok, nan permai sama dengan mimpi buruk. siapa juga yang mau hidup sehat, selow dan umur panjang seperti masyarakat pedesaan ?

.

.

Sampai saat ini belum ada yang bisa mengalahkan nikmatnya sensasi berangkat dan pulang kantor dengan buru-buru dan penuh tuntutan. sampai saat ini juga belum ada yang bisa mengalahkan kelezatan susahnya bertemu dengan keluarga saat hari-hari kerja. berada diantara mesin dan kerumunan orang yang tak peduli satu sama lain adalah impian masa kecil.

.

.

.

Deru mesin dan alunan klakson hanya bisa diimbangi dengan alunan tembang sumpah serapah dari mulut-mulut para pengendaranya. sungguh suasana yang lezat, menyenangkan dan menenangkan jiwa. berangkat gelap pulang gelap adalah passion, semacam hobi yang dibayar. yang bisa membuat hati bahagia hanya dengan membayangkannya.

.

.

.

Kadang agak aneh melihat anak-anak yang tinggal di pedesaan. berpikir untuk ikut-ikutan pun saya enggan. Membayangkan bermain layang-layang di sawah, mandi di sungai, dan hujan-hujanan sambil bermain bola adalah mimpi buruk. siapa juga yang mau punya pengalaman kanak-kanak seperti itu ?

.

.

.

Sudah pasti berangkat pagi-pagi pada hari Senin, cuek terhadap embun, kicau burung, dan bodo amat dengan matahari yang sedang memanjat dinding langit adalah rutinitas yang menyehatkan jiwa. sesekali sambil menghirup segarnya asap knalpot dari kendaraan-kendaraan kota adalah terapi paru-paru.

.

.

.

jadi, 

kalian yakin nggak mau hidup bahagia seperti orang-orang kota ?


Rabu, 23 Desember 2020

Namanya adalah Ibu

 

hari ini aku akan memujinya secara besar-besaran. jangan dilawan. karena ini adalah hari yang akan menjadi on this day pada tahun depan, tahun depannya lagi, tahun depannya lagi, pokoknya teros sampai detak jantung berjumlah 2.160.000.000x, hembusan nafas sebanyak 658.800.000x dan kedip mata sebanyak 252.000.000x. namanya adalah ibu, yg pernah mengutuk aku menjadi batu tapi gagal, karena sekarang sudah bukan zamannya. selain sudah bukan zamanya, kutukan ibu ini level sumpah serapahnya masih level noob dan belum di apgret sesuai zaman, alias doanya masih minggrang-minggring. Patut disesalkan kutukan ibu tidak sehebat kutukan ibu malin. "Bu, ibu harus lebih banyak berlatih mengutuk anak. ibu harus lebih kejam dan tulus dalam mendoakan yg jelek-jelek, setitik saja ada rasa sayang, doa ibu akan gagal." saranku kepada ibu.


Ibu hanya mangguk-mangguk seperti orang tua yg nurut dinasehati anaknya. nanti kalau ibu sudah jago ngutuk dan kutukan ibu sudah berhasil dan aku sudah sukses menjadi batu, pasti nanti kisah malin kundang akan berubah menjadi kisah fauzan kondang. dan insyaallah, bakal terkenal. bukankah di era seperti ini yg terpenting adalah terkenal ? nanti kita buka jasa endorse sama-sama ya bu, kita kumpulkan uang sebanyak-banyaknya untuk memindah ka'bah ke Jogja agar ibu tidak perlu jauh2 dan susah payah naik pesawat ke arab buat haji. cukup aku boncengin naik vega saja nanti kita parkir motornya di indomaret yg tukang parkirnya slundap slundup kayak umbel itu yg kadang nongol kadang enggak. eh tapi kalau aku sudah menjadi batu, gimana ya cara nganternya. 


tenang saja, selain ngutuk yg jelek-jelek, ibu juga jago ngutuk yg baik-baik. tinggal bilang "jadilah manusia lagi ! ", pasti aku akan kembali menjadi manusia. pokoknya semua bisa diatur kalau sama ibu. udah gitu aja ya bu, pokoknya jgn pernah berubah menjadi siluman ular, cukup bojonya kera tung pei saja ya bu yg siluman ular. Nanti kalau ibu berubah jadi siluman ular, aku nggak bakalan tau surgaku terletak dimana. karena ular nggak punya telapak kaki. Aku janji kok bu tidak akan mendebat orang yg mengajariku berbicara, tapi diam-diam akan aku rampas surga di telapak kakimu ! he he ~

.
.
.
selamat hari ibu, dari anakmu yg paling durhaka tapi insyatuhan baik hatinya.

Senin, 07 September 2020

Orang Bodo

Gunakanlah semua pengindraan untuk mempelajari banyak hal, agar jika bertemu dengan biru tidak selalu dengan langit, "mak pyar" tidak selalu dengan gelas, amis tidak selalu dengan ikan, dingin tidak selalu dengan es batu dan manis tidak selalu dengan gula. Pelajarilah banyak hal agar nantinya kamu paham bahwa semakin kamu belajar, kamu semakin tau apa yang tidak kamu ketahui. Semakin kamu membuka pikiranmu dan terbuka menerima hal-hal baru kamu akan paham bahwa ada laut yang juga biru, ada piring yang juga "mak pyar", ada udang yang juga amis, ada es krim yang juga dingin, dan ada madu yang juga manis. Petaka yang sering terjadi adalah, setiap orang merasa bahwa ya cuman langit yang berwarna biru, ya cuman gelas yang berbunyi "mak pyar", cuman ikan yang boleh amis, hanya es batu satu-satunya yang dingin, dan cuman gula satu-satunya makanan yang bisa membuatnya menjadi manis. Orang itu biasa kita sebut dengan manusia maha benar, merasa dirinya paling benar, dan otomatis yang tidak sepemikiran dan sekeyakinan dengan dia, dia anggap salah. Sudah saatnya orang-orang seperti itu kita labeli sebagai orang bodo, mainnya memang sudah jauh, tapi pola pikirnya masih sebatas kecamatan. Kata toleransi hanya sebatas sampai ucapan, tapi tidak pernah sampai pikiran, apalagi perbuatan. Intinya, Beragamalah untuk hidup, bukan hidup, untuk beragama. Karena bagi saya, agama tertinggi di dunia ini adalah membahagiakan orang lain. Karena bagi saya, definisi haram itu bukan babi atau anjing, bukan sapi atau unta, tapi ketika kamu memakan makanan itu, suara sendok dan garpumu terdengar oleh orang-orang di sekelilingmu yang sedang kelaparan.

Minggu, 02 Agustus 2020

Sebatas 200 Kata

(1)Hari (2)ini (3)aku (4)diberi (5)kesempatan (6)oleh (7)Tuhan (8)untuk (9)menggambarkan (10)bagaimana (11)kamu (12)dalam (13)200 (14)kata.(15)A (16)B (17)C (18)D (19)E (20)F (21)G (22)H (23)I (24)J (25)K (26)L (27)M (28)N (29)O (30)P (31)Q (32)R (33)S (34)T (35)U (39)V (40)W (41)X (42)Y (43)Z (44)sudah (45)disediakan (46)oleh (47)Tuhan (48)dan (49)aku (50)dipersilahkan (51)untuk (52)memilih (53)dan(54)membuat (55)kata (56)kata (57)terbaik (58)dari (59)huruf (60)huruf (61)tersebut. (62)Melihat (63)kmu (64)dan (65)senyumanmu (66)merupakan (67)pengalaman (68)berkesan (69)yg (70)tak (71)semua (72)org (73)bisa (74)mengalaminya (75)walau (76)ada (77)7 (78)miliar (79)manusia (80)di (81)bumi. (82)Entah (83)brapa (84)tahun (85)kamu (86)latihan (87)trsenyum (88)dan (89)brapa (90)kali (91)repetisi (92)yg (93)kmu (94)lakukan (95)sampai (96)bisa (97)menciptakan (98)snyum (99)semelengkung (100)itu. (101)Hebatnya (102)snyummu (103)itu (104)seolah (105)olah (106)bisa (107)menyelesaikan (108)sgala (109)permasalahan (110)hidup. (111)Senyum (112)yg (113)mungkin (114)mengandung (115)alkohol (116)yg (117)bisa (118)memabukan (119)bagi (120)siapapun (121)yg (122)melihat. (123)Sialnya (124)itu (125)adalah (126)senyum (127)terbaik (128)yg (129)belum (130)pernah (131)aku (132)lihat (133)sebelum (134)sebelumnya. (135)Senyum (136)yg (137)selalu (138)menyenangkanku (139)dan (140)seluruh (141)makhluk (142)di (143)bumi (144)ini (145)termasuk (146)hantu. (147)Senyummu (148)itu (149)adalah (150)senyuman (151)yg (152)multitalent (153)karena (154)bisa (155)tersenyum (156)dan (157)cantik (158)dalam (159)waktu (160)yg (161)bersamaan. (162)Bisa (163)bisanya (164)Tuhan (165)menciptakan (166)senyum (167)seindah (168)itu. (169)Padahal (170)senyumnya (171)tanpa (172)lesung (173)pipi, (174)tapi (175)manis. (176)Cuman (177)mau (178)ngingetin (179)aja, (180)Jgn (181)suka (182)senyum (183)di (184)smbarang (185)tempat (186)yaa. (187)Senyummu (188)itu (189)berbahaya. (190)trimakasih (191)Bandung, (192)ternyata (193)kalian (194)sama (195)sama (196)diciptakan (197)ketika (198)Tuhan (199)sedang (200)tersenyum.




*angka 36 37 38 sengaja di ilangin karena ngasih ruang untuk bilang (36)aku (37)sayang (38)kamu.

Senin, 20 Juli 2020

Ada Luka Disini

Ada luka disini, menantang dini hari.
dini hari takut melihatku, karena aku lebih hening dari apapun, lebih gelap dari siapapun.

Ada luka disini, menantang kesepian.
kesepian takut melihatku, karena aku lebih sendiri dari apapun, lebih padam dari siapapun.

Ada luka disini,
sedang membereskan memori mata,
yang pernah aku gunakan untuk menyecrinshoot wajahmu,
ketika melihatmu berkali-kali.

Ada luka disini,
tergores pecahan bibir gelas, yang terkenang sebagai gumpalan-gumpalan bibirmu, mengendap menjadi sarung tinju yang menghantam lekuk rindu di rahangku.


Ada luka disini,
Yang sedang tertidur di atas meja kecil.
dan tangan jauh ibu mengusap-usap kepalaku sambil bilang,

"kasian ya kepala ini, kepala yang terhempas mimpi mimpinya sendiri."

Minggu, 05 Juli 2020

Melesatlah kawan !


Akui sajalah, bahwa kamu cuman takut kesepian. Kamu cuman takut sendirian, kamu cuman tidak tau bagaimana cara berlari di lintasanmu sendiri. itulah kenapa kamu mencari teman atau pasangan. Dan pada dasarnya, kata keenam dari kalimat pertama, bahwa sifat dasar kamu adalah : TA-KUT. Kamu takut dicemooh perjaka tua/perawan tua, kamu takut dicap nggak laku, kamu ta-kut di cap sebagai jomblo, kamu takut dicap sebagai "manusia gagal", kamu takut tidak punya teman, dan kamu takut di cap sebagai "orang hilang" jika pergi kemana-mana sendirian. 


Kamu lupa bahwa orang yang mengecap kamu seperti itu tidak akan ikut mati jika hari ini kamu mati. Kamu lupa bahwa KAWANMU atau PASANGANMU tidak akan ikut mati jika hari ini kamu mati. Mereka tetap hidup dan melanjutkan mimpi-mimpi mereka. Mereka tidak mungkin bilang, "ya aku akan bersamamu dan menemanimu tidur di liang lahat," NO !, tidak akan mungkin mereka melakukan itu. Mereka masih punya ambisi yang masih bisa dilanjutkan walau tanpa kamu. tidak ada alasan yg kuat untuk terus bersama-sama dengan orang lain. Pada akhirnya kita adalah asing-asing yang menjadi masing. Karena kita seperti sedang berada di sebuah kompetisi untuk bekerja lebih cepat, sukses lebih cepat, menikah lebih cepat, punya anak lebih cepat, punya cucu lebih cepat, tapi nggak mau mati lebih cepat. 


Hidup ini adalah perlombaan dengan lintasan lari sebanyak 7,75 miliar jalur. Setiap orang berada di jalur dan lintasan masing-masing. Ada yang lintasannya pendek, ada yg lintasannya panjang. Ada yang mulus, ada yang berbatu, ada yang naik, ada yang turun, bahkan ada yang berjurang. Jika kamu menoleh ke lintasan kanan kiri kamu, bersiaplah jatuh tersandung oleh batu di lintasanmu sendiri. Mulai sekarang luruskan pandangan ke depan, fokus ke garis finish masing-masing. Jika garis finish belum terlihat, teruslah berlari, jika lelah, teruslah melangkah, jika tak sanggup, tetaplah bergerak ke depan entah menggelundung, merangkak, atau ngesot, terserah. Jika memang benar-benar lelah, berhentilah sejenak, dan jangan sesekali berfikir untuk menyerah dan mundur dari perlombaan.


Duduklah, dan menghadap kebelakang. Lihat, sejauh itu kamu sudah melangkah. kamu akan melihat kawanmu masih terseok-seok dibelakang, bukti bahwa kamu tidak berhenti sendirian. Bukti bahwa kamu bukan yang terbelakang. Mungkin ketika kamu berhenti, orang-orang di lintasan samping kanan dan kiri mulai melewatimu sambil nyinyir kepadamu, "kapan sampainya kalau duduk-duduk terus, kapan selesai kalau tidak bergerak, kapan wisuda, kapan kerja, kapan nikah, kapan punya anak", dan lain sebagainya. Tak masalah, karena dia sedang menoleh ke lintasan orang lain dan kemungkinan dia akan tersandung karena tidak fokus di lintasannya masing-masing. 


Sambil beristirahat dan mendengarkan omongan mereka, kumpulkan energi sebanyak-banyaknya dan siapkan rencana terbaik. Kamu punya kesempatan untuk menyalip mereka dan menyelesaikan sisa lintasan dengan berlari sprint sekencang-kencangnya. Tak apa-apa berhenti sejenak, tak apa-apa mundur sejenak, asal dibenakmu, kamu adalah seorang anak panah yang siap melesat. Yang sedang kamu lakukan sekarang bukanlah duduk, tapi sedang menarik tali pada busur panah, dan sedang mempersiapkan diri untuk lepas dan melesat. Untuk kamu-kamu yang hidupnya masih duduk ditempat dan belum bergerak, tanamkan ini baik-baik di benak kalian : tak masalah jika kamu diremehkan, karena kamu punya kesempatan untuk mengejutkan. Melesatlah kawan !

Senin, 29 Juni 2020

Spoiler dari Tuhan

Bismilahhirohmannirohim. 
dengan menyebut nama-Ku sendiri yang maha pengasih lagi maha penyayang. 


Aku Tuhan. ada yang bilang jadilah apapun kecuali menjadi Aku. kalau Aku bilang si jadilah apapun termasuk menjadi Aku. Aku tu seneng lo di cosplay. ngrasa keren gitu ada yang ikut-ikut style-Ku, pola pikir-Ku, dan cara-Ku mengatur alam semesta. ya walaupun untuk persis plek kalian juga ngerti nggak bakalan mungkin. tapi sejujurnya Aku suka si sama manusia manusia yan niru Aku. niru lo ya, bukan mencoba nyaingi kayak Firaun. ya semacam Zlatan sama Fauzan itulah. emang yang suka niru lifestyle-Ku tu huruf belakangnya N. 


Bumi ini lagi ngetrend ortu nakut-nakutin anaknya dengan pertanyaan , "kamu nggak takut sama Allah !?". Buuuu ya Allah, eh, ya Aku. Aku tu bukan sosok yang menakutkan. jangan ndoktrin anak-anak Aku tu sosok yang serem gitu lo. Aku tu friendly bgt Zat nya, lebih dekat dari nadimu. lebih tinggi dari langit ke tujuh. jadi nggak usah takut lah sama Aku, kalian takut sama hantu takut sama singa masak Aku disamain hantu dan singa. Tau-tau kalau nanti kita ketemu di surga atau di neraka kamunya malah lari terbirit-birit lihat Aku. santai aja. selow. Tapi saya juga bisa marah. Saya tu Zat penak, ning ojo sak penake dewe. saya bisa ngambek, saya bisa sebel, saya bisa marah. ya kayak kalian-kalian gitu lah. adanya neraka itu kan bukti kalo Aku tu Zatnya bisa sebel. kalau Aku sebel sama beberapa makhluk ya kumasukin situ aja. suka-suka Aku mau Aku angkat apa enggak. wong Aku yg mbuat "Rule of the game" nya. 


Jadi bener kata kitab-kitab seluruh agama itu, Aku maha segalanya. segala yg baik-baik, dan segala yg buruk-buruk. jadi jangan terlalu positif thinking lah sama Aku. tapi juga jangan terlalu negatif thinking. yang jelas bedanya Aku sama kalian tu Aku bisa seenaknya sama kalian, masukin kalian ke neraka atau surga, tapi kalian nggak bisa seenaknya ke Aku. karena Aku yg punya permainan ini. intinya jadi manusia tu nggak usah ngrasa sok paling oke lah. Aku tu ketawa lo tiap liat orang-orang yg ngatain orang lain bakal masuk neraka. Sebenernya yg jadi Tuhan tu siapa si. kayak kamu tu murid yang ngatain murid lain nggak bakal naik kelas. padahal sesama murid, tapi berani bilang gitu. ya Akunya yg perumpamaanya jadi kepala sekolah ya jelas terkekeh-kekeh lah. malah bisa jadi kalau mood-Ku pas lagi jelek malah yg nuduh-nuduh itu yg nggak aku naikin kelas. pokoknya intinya kalian semua yg ada di bumi tu peserta perlombaan, nggak ada yg berhak jadi juri. nabi-nabi juga sama aja, peserta perlombaan, nggak berhak jadi juri. jurinya tu ya Aku. Yang maha Esa. 


Jadi, selama masih sesama peserta perlombaan, nggak usah nyoba ngatur-ngatur peserta lain lah ya. belum tentu kok yang kamu atur-atur itu lebih rendah nilainya dari kamu. wong Aku yang megang daftar nilainya. Fokus aja njilat Aku dan pencitraan ke Aku dengan cara kalian masing-masing. tapi Aku tau kok mana yg beribadah dengan niat njilat sama yg bener-bener tulus ngikutin cara mainKu. ini saya kasih spoiler sedikit tentang dunia : orang-orang yg hidup di dunia cuman ngejar kenikmatan surga, dan sama sekali nggak ada tujuan tulus nyembah Aku, ya sorry to say, surga yang kalian idam-idamkan itu bisa Aku rubah semau Aku sesuai cara main-Ku. kalian lupa Aku siapa. aku Tuhan. sang maha segalanya. yang seharusnya kalian sembah itu Aku, bukan surga dengan segala iming-imingnya. yang seharunya kalian sembah itu Aku, bukan kitab, apalagi agama. agama cuman media aja. selama Sila-1 masih berbunyi "Ketuhanan yang maha Esa", dan belum berganti menjadi "Ke Allah an yang maha Esa", Aku masih bos dari kalian semua.





Tertanda, Tuhan 2020